Cerita Dewasa Kenakalan Sepupuku Dengan Ayah Angkatnya

Posted on
Agen878

Cerita Dewasa Kenakalan Sepupuku Dengan Ayah Angkatnya – Aku memiliki sepupu yang bernama Menik dan ia merupakan seorang gadis yang sangat cantik dengan penampilannya yang lincah dan seperti seorang yang perawan polos, namun tidak ada yang menyangka bahwa ia malah melakukan hal yang skandal dengan bapak angkatnya.

Narasi Sex Paling baru 2018 Keintiman ini berawal dari Menik dengan bapak angkatnya dari sejak Menik berumur 14 th.. Menik yang pertumbuhannya mulai bertambah remaja serta semakin cantik dan selera, alat bantu bapak angkatnya untuk kesepiannya sebelum sebagian bln. ditinggal mati istrinya. Menik yaitu keponakan dari istri Pak Hendro. Awalannya, Sebelum Menduda, Pak Hendro yang seseorang staf perusahaan perminyakan dipindah-tugaskan ke Sumatera.

Agen878

Dia pergi dengan mengajak Menik temaninya ditempat kerja barunya. Hari-hari berlalu, ditempat yang sepi hiburan tersebut Perhatian Pak Hendro yang kesepian mulai tertuju pada Menik yang waktu tengah tumbuh cantik serta mengundang selera. Dekatnya juga gampang, karna Menik memanglah akrab sekali dengan bapak angkatnya ini, hingga dibukuki sedikit saja dia tentu saja.

Awalilah Menik diperlakukan sebagai rekan yang bercinta Pak Hendro ganti istri, cuma lewat cara terbatas. Tiap-tiap bertemu dirumah, Pak Hendro selalu mengerjai Menik, mulai dari sebatas dipeluk-peluki, diciumi, atau digeluti. Kemudian bertambah lebih jauh mulai ajak tidur dengan untuk berkumpul serta digerayangi sekitar badan gadis remaja itu. Serta selanjutnya sekali lagi semakin sama-sama terbuka, telanjang, serta mulai menikmati baju polos gadis itu lewat remasan gemas serta kecap mulut di bebrapa sisi kewanitaannya. pada akhirnya Menik mulai diajari beberapa cara seks oral, menikmati kesenangan untuk mendapatkan kesenangan untuk lelaki. Semuanya tak ada lagi yang ditemukan di antara mereka. Tetapi demikian, satu hal yang masih tetap dijaga Pak Hendro,

Sedikit membahas keakraban mereka, dapat diliat dari bagaimana pertemuan mereka saat hari itu Pak Hendro pulang dari masalah di Jakarta sepanjang lima hari. Barusan bertemu dirumah, telah diterima Menik yang meloncat suka, menggelendot di leher serta kaki yang membelit di pinggang bapak angkatnya. Pak Hendro juga rindu dengan gadis manja kesayangannya ini, tapi tidak terang-terangan di ruangan tamu, tetapi kemudian membawa Menik ke kamar tidur, baru dari situ segera didekap, serta diciuminya bertubi-tubi sekitar muka si gadis untuk menutupnya dengan bibir bibir. Sebentar saja keduanya sama-sama meluapkan kerinduan dengan sama-sama dengan sepenuh hati sebelumnya,

Selepas itu, baru acara bersihkan tubuh.

Setelah Menik usai buka keran bak rendam, “Ayo mandi keduanya sama Yayah, Nik..? ” kata Pak Hendro mengajak yang selekasnya dianggukkan Menik serta segera buka pakaiannya sendiri ikuti Pak Hendro yang terlebih dahulu terlebih dahulu bertelanjang.

Yayah yaitu panggilan manja Menik pada Pak Hendro. Demikian juga usai dia juga selekasnya mendekati Pak Hendro yang waktunya juga akan pindah ke kamar mandi.
“Ntar dahulu Yah, gendong dahulu dong..! ” dianya dengan manja.

Menahan langkah Pak Hendro, dia juga meloncat ke pelukan bapak angkatnya itu. Bergelendot manja lagi di leher dengan ke-2 kaki yang membelit pinggang Pak Hendro seperti barusan, dia juga segera digendong dibawa ke kamar mandi.

Selanjutnya di bak kamar mandi, keduanya mandi dengan sama-sama membantu menyabuni serta menyirami badan semasing. Pada saat itu bila melihat bentuk badan Pak Hendro, kesannya memanglah sosoknya yang tegap serta gempal, termasuk ukuran alat vital yang dipunyainya yang cukup besar. Tapi untuk Menik yang telah umum begini, sudah pasti terlihat menakutkan tak ada lagi.

Jadi dia paling suka bila diminta untuk mempermainkan batang jika merasakan bapak angkatnya ini, karna ada rasa geli-geli suka batang yang awal mulanya lemas, besarnya peningkatan besar jempol dari itu, juga akan berkembang dalam genggaman kulumannya, jadi panjang serta besar seukuran pisang ambon. Seperti sekarang ini, sembari menyabuni badan Pak Hendro, berhati-hati mempermainkan batang kejantanan itu. Merasa olehnya batang itu telah menegang 1/2 keras.

Narasi Seks 2018 Demikianlah aktivitas yang sering mereka lakukan, s/d usai jelas serta keluar dari bak mandi, tampak sekali lagi bapak angkatnya. Hal semacam ini buat Menik tertarik, karna dari barusan batang itu masih tetap 1/2 menegang saja. Keduanya masih belum juga mengusap badan mereka dengan handuk waktu itu.

“Iddih Yah, kok dari barusan masih tetap keras saja sich. walaupun sebenarnya bolak-balik Nik guyur aer dingin…” kata Menik dengan suara khas remaja yang polos sambil menggunakan batang itu.

Pak Hendro cuma tersenyum geli, “Iya, itu pertanda dia telah kepengen disayang-sayang sekali lagi sama Mbak Niknya.
“Tapi.., kata Yayah di Jakarta ingin dipakein ke lobangnya orang wanita. Memang tidak sempat ya Yah? ” bertanya Menik walau masih muda sekali tapi telah di beri pengertian tentang makna hubungan seks yang sebenarnya.

“Sempet sich sempat, tapi ketemu Mbak Niknya kan tetep saja kangen.
Menik tersenyum suka Dia mengocok sebentar batang itu sembari berkata, “Mau Ning isepin saat ini ya Yah..? ” tanyanya penawaran permainan yang telah umum dikerjakan sesuai sama ajaran Pak Hendro.

“Sebentar, sebentar, Yayah ingin puas-puasin dulu sama Anda. ” kata Pak Hendro.

Tanpa menunggu jawaban Menik, dia telah segera membawa gadis ke meja washtafel serta mendudukkan Menik di situ. Meja itu cukup tinggi, dengan hanya sedikit pandangan serta menundukkan kepalanya Pak Hendro telah dapat menjangkau ke-2 susu Menik. Segera saja bukit dada si gadis yang meski masih remaja tapi telah cukup menonjol dilahap serta disedot dan bertukaran dengan rakus.

Menik yang telah punya kebiasaan begini cuma-ringis kegelian, membiarkan bapak angkatnya mengisap susunya, sewaktu-waktu dia sendiri menjulurkan tangan untuk membantu meremas-remas penis Pak Hendro.

Terdapat banyak waktu Pak Hendro memuaskan mulutnya dibagian itu hingga lalu dengan mulut mulut turun ke arah liang keperawanan Menik. Sambil berdoa memohon Menik bertumpu ke dinding kaca belakang untuk mengangkat ke-2 kaki Menik. Telapaknya ditempatkan di pinggir meja, hingga Menik jadi terkangkang dengan video terkuak lebar-lebar. Saat ini sisi aktivitas perawan remaja yang masih tetap gundul belum juga ditumbuhi bulu-bulu itu jadi tujuan kecap mulut Pak Hendro. Bukit daging kemerah-merahan ini disosornya sama rakusnya, dibarengi jilatan serta ujung-gigitan kecil di kelentit yang di terima Menik kadang-kadang menjengkit-jengkit serta merengek kegelian.

“Aaaa ge-yyi Yaah… hiiii ssshh Yayahh nyangan di gigitt gi-tu Yahh…” suara manja kekanak-kanakannya juga mulai terdengar, sinyal dia juga suka begini oleh bapak angkatnya.
Di sini juga Pak Hendro cukup lama memuaskan kecapekan sebelum berhenti serta mengangkat dia.

“Ayo Nik.., tempel-tempelin dahulu di punyakmu agar lebih cepet kepengennya agar kelak lebih mudah keluarin aernya…” kata Pak Hendro memohon.

Yang begini juga untuk Menik punya kebiasaan, tanpa menunggu didepan 2 x keinginannya untuk melakukannya dengan ambil batang kejantanan Pak Hendro yang telah menegang itu serta menempelkan ujung kepala bulatnya digesek-gesekkan di mulut lubang lubangnya. Reaksinya cepat karna sebentar lagi diliatnya air muka Pak Hendro menegang diburunya nafsunya, sewaktu-waktu untuk pria sendiri main-main begini juga menyebabkan perasaan aneh sendiri baginya. Rangsangan asik yang masih belum juga di kenal berarti, naik-turun di dalam perutnya serta buat liang keperawanannya seolah ingin memasukkan batang ini ke dalam lubangnya. Ada rasa menuntut di situ, terlebih bila ujung batang kejantanan itu semakin ditekankan ke dalam, semakin rasa penasaran yang ingin dicapainya.

Dalam kondisi begini, praktis Menik telah terbenam di surga berahi nafsunya, jadi tinggal lebih jauh di atas akan diterima Menik serta bermakna dapat Pak Hendro menggagahi remaja polos itu. Tapi di sini hebatnya disiplin pribadi Pak Hendro untuk senang pada anak angkatnya. Meskipun setiap saat berisengnya telah tiba-tiba darurat, tapi hindari saja dia dapat menahan diri untuk.

Sebentar sebelumnya fikirannya buntu, dia juga cepat membacakan batangnya sambil membawakan badan Menik turun dari meja washtafel. Menik menduga kalau membantu sekaranglah waktunya memulai untuk melakukan locokan hisapnya Pak Hendro menghubungi kelelakiannya. Namun ternyata ada perubahan acara, Pak Hendro menginginkan merampungkannya lewat cara beda. Dia tetaplah memerintahkan Menik untuk berdiri di bawah untuk lalu dia sendiri sedikit tanggungan berat, dari situ menempatkan kejantanannya di batang kejantanannya terjepit di selangkangan Menik, terus berada di bawah jaraknya.

“Nah, Yayah ingin coba buat gini saja, jangan pakai pakai dilocok tangan. sambila mulai memainkan pantatnya maju mundur.
Langkahnya sama seperti tengah bersetubuh dalam tempat berdiri, cuma saja batang keperkasaannya tidak dimasukkan ke lubang senggama Menik. Sembari menggoyangkan masuknya yang tergores-gesek di celah liang keperawan Menik, Pak Hendro juga menaikkan rasa dengan mendekap Menik, mengajaknya berciuman hangat. Disertai oleh Menik juga dengan merangkul erat leher Pak Hendro, membalas sama-sama melumat bergelut lidah.

tempat-bacol

Nyatanya meski tidak prima, tapi langkah ini dapat pula dilakukan Pak Hendro menjangkau ejakulasinya. Sebentar lalu dia juga tiba di puncaknya dengan menyemburkan cairan maninya, sinyal dia telah dapat akhiri permainan dengan lega. Tersebut permainan iseng daily Pak Hendro dengan Menik yang bisa disebut emergency karna hanya tinggal masukkan batangnya ke liang keperawanan Menik saja yang belum juga dikerjakan Pak Hendro. Tapi yang begini hanya sewaktu-waktu. Langkah hidup unik ini juga untuk Menik pengaruhnya besar. Bagaimana tidak, bila mengikuti perubahan langkah mereka, rasa-rasanya hanya tinggal tunggu saat saja untuk Menik memperoleh rasa seks yang sesungguhnya.Apa akhir-akhir ini Menik sempat melihat sendiri bagaimana adegan hangat bapak angkatnya yang bercinta dengan Mbak Tikah,

Sejak awal Menik telah berprasangka buruk kalau ayah angkatnya memiliki hubungan intim dengan Tikah, gadis pemiji yang dikenal oleh sopir pribadi mereka. Karna dalam acara memijit yang umum ambil tempat di ruangan baca itu, mereka mengunci pintu terlalu lama di situ. Memang awalnya terlihat bebrapa umum saja, tapi sempat sekali sekali sekali sekali Menik memergoki kalau badan Tikah dengan mencuri-curi sering digerayangi tangan Pak Hendro. Ini yang membuat Menik penasaran serta satu saat dia berniat mengatur saat untuk menunjukkan sendiri hingga di mana hubungan Pak Hendro dengan Tikah.

Narasi Dewasa Paling baru demikianlah satu kali peluang Pak Hendro minta dipijit Tikah ditempat umum di ruangan baca, Menik yang barusan pura-pura pamitan ke tempat tinggal walaupun sebenarnya telah ditemukan di kolong tempat tidur Hendro menanti peluang untuk tidur. Diantara ke-2 ruangan baca serta ruangan tidur Pak Hendro ada penghubung pintu, Menik menanti hingga rasa aman baru dekat-endap penghubung dengan rasa tegang karna situasi kamar samping sepi sekali. Di lubang penghubung pintu itu seperti pintu-pintu yang lain juga dipasang sehelai gordyn tidak tipis. umumnya pintu ini tidak terkunci oleh Pak Hendro bila di tengah berdua dengan Tikah, tapi karna diketahuinya Menik tidak di rumah jadi Pak Hendro telah terbuka dengan aman dengan membiarkannya terbuka,

Apa yang dinanti Menik memanglah pas, bahkan kebetulan sekali karna ternyata waktu telah masuk di sesi Pak Hendro juga akan mengerjai Tikah. Mereka telah segera mulai karna demikian Menik melihat ke dalam, dia telah memperoleh bagaimana mereka bersiap-siap untuk masuk ke permainan seks dengan Pak Hendro. Waktu itu tengah memicu berahi Tikah. Di situ sembari tetap masih ada permadani tidak tipis tempat mereka umum memijit, terlihat Pak Hendro yang masalah kemampuan diatasng tengah menggerayangi badan Tikah yang duduk diatas perutnya. Saat itu ke-2 tempat mereka agak membelakangi Menik, hingga tidak dapat tampak terang, tapi Menik dapat dilihat jika tangan Pak Hendro tengah bermain meremas-remas susu Tikah yang masih tetap tertutup.Tikah dalam acara memijit ini kenakan sehelai handuk yang dililit hanya dengan kecepatan.

Berdebaran tegang Menik melihat panorama di susu, terlihat Tikah mandah saja menggeliat-geliat kegelian dengan muka genit malu-malu kegelian memperoleh gerayangan nakal Pak Hendro di ke-2nya. Jadi lalu punggungnya diikuti oleh Pak Hendro, di kepalanya manja di dada Pak Hendro. Sebentar keduanya sama-sama merapat pipi bertemu pipi seperti ada yang dibisikkan Hendro di telinga Tikah, karna selanjutnya Tikah bangun duduk tegak serta masih tetap dengan genit malu-malu terbuka penutupnya penutupnya menghadirkan bebasnya. Karna dibalik kain barusan Tikah memanglah tidak kenakan pakaian dalam. Saat ini melihat bagaimana Tikah tengah menyodorkan sisi kewanitaannya untuk dinikmati Pak Hendro, hal semacam ini membuat Menik semakin penasaran.

Saat ini tampak pergerakan Pak Hendro bangun duduk, sewaktu waktu mengangkat duduknya ayak merapat pada Pak Hendro.
“Ahsshh…” terdengar Tikah mengerang serta kemudian menggigit malu-malu geli saat mulai memperoleh rangsangan dari Pak Hendro sekalian di dua tempat, yakni Pak Hendro melahap samping puncak susunya serta samping tangan Pak Hendro bekerja-usap tengah selangkannya.

Rangsangan mulai bertambah dengan semakin sibuknya Pak Hendro berpindah-pindah mengenyoti ke-2 susunya, sewaktu-waktu tangan yang di selangkangan juga bergerak-gerak seperti tengah meremas-remas sembari ikut mengikut kelentitnya, geli kesenangannya mulai di terima Tikah terbaca dari mimik berwajah yang saat ini merona merah dalam mata terpejam serius serta bibir 1/2 merekah tegang. Kadang-kadang ada pergerakan Tikah mengejang kegelian dengan menarik pantatnya sambil menungging, tapi tidak menghindarkan telanjangnya dipuasi Pak Hendro. Samping membantu jadi menolong menonjolkan bukit susunya tersodor dikecapi Pak Hendro, bertopang di pundak sekali lagi Pak Hendro. Terdapat banyak waktu sesuai sama itu, tapi di tengahnya ada pergerakan baru,

Semuanya dari tempat mengintip Menik cukup terang diliat, karna jaraknya hanya sekitaran 3 mtr. serta tempat Tikah saat ini agak serong menghadap ke arahnya. acara yang membangkitkan gairah berahi Tikah serta menghidupkan kejantanan sendiri oleh Pak Hendro, walau sewaktu-waktu tapi telah dilihat, karna Pak Hendro barusan berhenti serta memohon Tikah ambil tempat kejadian tetaplah diatasmadani itu. Mereka membantu meningkatkan saat hal terlalu lama serta dicurigai beberapa tempat tinggal.

Tikah segera masalah mengangkang sesuai keinginan Pak Hendro, matanya ditutup rapat rapat menanti Pak Hendro tidak harus memasukkan batang kejantanan ke liang senggamanya. Merapat dia dengan kedudukkan tegak ayak, ke-2 paha Tikah ditumpangkan ke atas semasing pahanya, sebentar lagi Pak Hendro masih tetap melocoki batang kejantanannya sendiri yang dari barusan tetaplah dipegang selalu, sewaktu-waktu tangan samping jari-jarinya lubang kewanitaan Tikah dengan air liurnya agar membuat lebih licin sekali lagi. mulai Sebentar lalu kaku Pak Hendro dimasukkan ke dalam kewanitaan Tikah, Menik membaca mimik muka Tikah agak mengernyit dengan ke-2 kelopak mata yang terpejam erat.Rahangnya menganga kaku menunggu batang ditusukkan ke permainannya serta mulai dimainkan Pak Hendro keluar masuk bebrapa secara perlahan.

Nyatanya reaksi yang menginginkan diliat Menik mulai terlihat. Tikah saat mulai dapat sesuaikan dengan penis yang baru diterimanya, segera memperoleh rasa-rasanya. Tegang berwajah juga mengendor terganti dengan bersemu asik yang membawa pinggulnya bergerak mengocok menyeimbangi gerak menggesek batang keluar masuk liang senggamanya. Semakin lama semakin lebih hangat rasa garukan enak itu, terlebih dahulu diberi tambahan Pak Hendro dengan ke-2 tangan telah memilin-milin menempatkan masing-masing susunya, gerak geliat Tikah bertambah panas. Meliuk-liuk dia tampak erotis dengan melepaskan memungkinkan diangkat-angkat untuk membusung.Tapi yang seru yaitu goyangan bibir yang berputar-putar cepat seperti tidak sabaran serta kadang-kadang menanduk-nanduk ke atas memapak tusukan batang keperkasaan Pak Hendro yang mulai dipompa agak kencang.

Menik hingga merasa panas dingin serta tegang menyaksikannya, dipengaruhi oleh rangsangan permainan Tikah yang menggebu-gebu oleh sogokan-sogokan batang keperkasaan Pak Hendro. Pergerakannya sepanjang itu berputar-putaran hangat, lebih-lebih mendekati orgasmenya. Sayang Menik tidak dapat mengikuti mimik Tikah, karena dengan semakin panas itu muka Tikah telah hilang di dada Pak Hendro yang telah turun menekan mendekapnya erat-erat. Paling akhir pernah diliat saat Tikah berrogasme dengan tubuh yang mengejang serta mengangkat derajat kewanitaannya tinggi-tinggi seolah menginginkan lebih dalam lagi. Sampai di situ apa yang dilihat Menik, serta dia cepat-cepat ke luar untuk lalu datang dari luar seolah-akan tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam kamar baca itu.

Jadi bisa disebut otomatis, sebenarnya bapak angkatnya yang menggiring Menik untuk menuju kebebasan seks. Hingga saat satu saat, Menik menemukan rekan sekolah yang tepat di hatinya serta terus berlanjut dengan iseng-iseng mempraktekkan hubungan sanggama hingga mengakibatkannya hamil. Bapak mengangkatnya tidak dapat menyalahkan dia karena mengerti kalau ini salahnya sendiri yang sangat bebas dalam langkah hidup mereka. Tapi untuk menuntut lelaki yang mengerjai Menik begitu berat, karna keduanya tetap remaja sekali, jalan keluar yang diambil yaitu menggugurkan konten Menik sebelumnya jadi besar dan membatasinya diluar sekali lagi.

Menik merencanakan kapok dengan keisengan pertama itu, tapi untuk bertahan dari godaan lelaki selanjutnya nyatanya ada langkah-langkah yang istimewa karenanya. Yaitu Menik yang telah kenal enaknya hubungan seks tidak melewatkan derita menahan hasrat itu, tapi di rumah malah bisa mengirim sendiri dari siapa pun lagi bila tidak dari bapak angkatnya sendiri. Mulai sejak Menik mulai membuat hubungan sanggama dengan Pak Hendro dengan maksud agar Menik tidak mencari tahu lagi, yang sangat mungkin terjadi kecelakaan yang sama. Hanya saja dijaga agar tidak ada satu pun orang luar yang tahu rahasia keluarga mereka.

Memang, mulai terlepas dari pengalaman pahitnya, Menik jadi seperti uring-uringan serta untuk kesepian kesepiannya, Pak Hendro mulai tertarik juga untuk memakai Menik. Tidaklah heran karena si cantik yang bertambah remaja sering bertemu dengan lelaki, sering mengundang lelaki, teristimewa untuk Pak Hendro yang kesepian. Meski telah akrab dengan gadis itu, Pak Hendro tidak segera mengajaknya begitu saja. Dia butuh langkah halus karna dia cemas Menik masih trauma dengan pengalaman pahitnya itu. Pak Hendro mulai mendekati dengan membelikan hadiah-hadiah perhiasan serta mengobral pemberian uang untuk meluluhkan hati Menik.

Narasi Seks Terakhir Hingga di satu siang, dia membuat kejutan dengan mendatangi kamar Menik.
“Nik, kalok Yayah kasih hadiah buat Anda, mau gak..? ”Diarahkan dengan ke-2 mengarahkan ke belakang seperti sembunyikan hal. ”Oiya..? Hadiah apa yah..?
“Mau tau..? Nih Simak terlebih dahulu..! kata Pak Hendro sambil menarik tangan yang menggenggam satu kotak perhiasan, buka tutupnya menunjukkan berisi sebentar lagi.
Namanya sifat wanita, demikian lihat perhiasan yang berkilauan cerah berwajah cerah.

“Buat Menik ya Yah..? “tanyanya malu-malu.
“Iya.., semuanya buat Anda, setelah buat siapa lagi..?
“Waduh..! Iya Yah, Saya ingin.., seneng banget Saya Yah..!

Kontan melonjak girang Menik karna perhiasan yang juga akan memberi anda lebih banyak dari yang didapat terlebih dahulu. Tidak salah, karna Pak Hendro sendiri karena sukanya sangat ingin mencoba manis Menik berniat membeli lebih banyak dengan tujuan untuk membujuk gadis itu.

“Tapi nanti dulu, setelah ini nanti temanin yayah tidur, saat ini yayah masuk yayah punya ya..? ” tanya Pak Hendro mulai dari kepastian Menik sembari merapat serta menjulurkan tangan ke samping mengusap-usap selangkangan Menik.

Terang Menik tahu tujuan tapi dia masih tetap bebrapa sangsi.
“Ngg, tapinya kalok Nik bunting sekali lagi bagaimana Yah..? tanyanya minta pengasan Pak Hendro.
“Ooo… terang Yayah jagalah janganlah sampai demikian, kelak Yayah kasih pilnya..” jawab Pak Hendro berikan kepastian.

Kesempatan ini Menik mengangguk memberikan keyakinan ajakan Pak Hendro karna hatinya telah keburu terpaut dengan kemilau emas yang akan jadi kepunyaannya. Wanita bila hati telah terasa dekat, terlebih dahulu diberi tambahan dengan hadiah-hadiah perhiasan, jadi cepat saja takluk dalam rayuan.

“Kalok gitu sini, Yayah yang pakein satu pertemuan serta Anda nurut saja ya..? Tapi sebentar.., coba pakai dulu semuanya perhiasan yang Yayah sempat kasih.
Soalnya ini semuanya satu pengaturan, jadi agar terlihat lengkap.

Menik mengangguk serta mengambil perhiasan itu di lemarinya, lalu memasangkannya satu persatu yakni giwang, kalung, cincin serta gelang, sewaktu-waktu Pak Hendro memasangkan perhiasan di tempat tidur. Ke-4 perhiasan itu yang berada di dalam kotak memanglah memiliki ciri seragam, yakni di beri bandul berupa bola-bola berongga yang di tengahnya di isi bola kecil sekali lagi, jadi bila bergerak juga akan menyebabkan bunyi yang bergemerincing.

Menik sendiri masih tetap heran dimana lagi perhiasan yang berada di kotak itu juga akan dipasang di tubuh, tetapi demikian diam saja serta sesuai keinginan Pak Hendro menurut satu perhiasan di ambil untuk dipasangkan kepadanya.

“Tau tidak Nik, Yayah beli ini karna simak Anda cantik, jadi kepengen dandanin seperti putri ratu. Memanglah keliatan seperti main-mainan, tapi ini emas asli lho..? Kalok jangan pas janganlah kasih siapapun juga, simpen saja buat kenang-kenangan. Mari sini, tempat pertama pasangnya di sini…”

Menik segera terasa geli, karna sisi pertama yang dipasangi yaitu satu cincin hidung jenis jepit ala gadis-gadis Arab.
“Nah, saat ini untuk ini Yayah minta sinyal terima kasihnya…”

Belum juga pernah Menik tahu, dia telah dipeluk oleh lehernya serta didarati bibir Pak Hendro. Agak gelagapan dia tapi cepat diterima ajakan berciuman ini serta bertambah lagi sama-sama melumat hangat. Terdapat banyak waktu baru Pak Hendro saat itu, Menik muncul tiba-tiba muncul di saat-saat bergelut di sekelilingnya baru saja.
Sisi ke-2 yaitu kalung kaki yang dipakaikan Pak Hendro dengan memohon Menik duduk ditempat tidur. Ini menggelikan, karna terasa sama seperti pemain kuda lumping serta gaji, terima kasih, juga lucu yakni semasing betis Menik diciumi serta dijilat-jilati sebelum kalung itu terpasang.

Yang ke-3, yang paling buat Menik geli yaitu saat Pak Hendro pasang perhiasan perhiasan yang dipasang di jepit di puting susu.
“Iddihh.., kok aneh-aneh saja si Yayah nih..? kontan cekikikan geli dia sembari menekapi ke-2 buah pengganti dengan tangan.

“Ya telah, kalok masih tetap geli terlebih dahulu. Sini Yayah ambillah sinyal terima kasihnya duluan kelak pasangnya terakhir.

Demikian selesai bicara Pak Hendro segera memajukan mulutnya, mendarat mencaplok samping susu Menik yang mengarah montok itu.
“Ssst…” Menik terhenti pada saat mulut Pak Hendro mengenyoti puncak susunya, mengulum serta menjilati puting yang ada didalam mulut Pak Hendro.

Kesempatan ini geli beda. Geli yang memberikan rangsang menambah berahinya untuk menuju apa yang nanti juga akan dilakukan Pak Hendro. Serta ini mulai merasa karna Pak Hendro agak berkelanjutan serta meremasi ke-2 bukit berpindah bertukar, hingga geli-geli enak yang meresap menyulut bara berahinya yang telah lama terpendam mulai menyala lagi. Maklum, Pak Hendro rupanya gemas bernafsu dengan ke-2 susu si gadis ramping tapi ukurannya bulat montok mengundang selera ini. Dapat dibuktikan saat Pak Hendro berhenti serta menarik kepalanya, tampak seolah-olah mata Menik telah mengatakan bahwa ada pengaruh terhadap nafsunya. Tapi Pak Hendro belum juga usai, dia selekasnya memasangkan perhiasan di ke-2 puting susu Menik, kesempatan untuk tidak memasang gel sekali lagi.

Selepas itu ke-2 buah dada fresh mulus yang telah berhias anting-anting itu dikecap sekali lagi oleh mulut Pak Hendro. Ada rangsang sendiri baginya dengan ke-2 puting yang tercuat oleh jepitan penahan bandul, suka menjilat-jilat ujungnya untuk Menik bergerak-gerak kegelian, susunya berayun-ayun menyebabkan bunyi bandul bergemerincing.
“Aahaaww… ge-yyii Paak.. ” Menik merengek manja tetapi dia suka dicandai mesra begini.

“Tambah cantik kan Menik pemenangn gini, Yayah jadi makin gemes ngeliatnya…”
“Iya tapi lucu… Aahsssh Paak… ca-kiitt..! baru menjawab telah disambung merintih karna menempatkan bandulnya tersebut dicaplok Pak Hendro.
Dihisap dijepit-jepit bandul itu dengan bibir, menarik-narik kecilnya juga turut tertarik-tarik merasa perih. Tapi perih-perih enak yang menaikkan Menik jadi makin terangsang.

Saat dari situ Pak Hendro berlanjut hingga mengembangkan untuk membuka celana pendek yang dipakai Menik, si gadis mandah saja, jadi menolong dengan mendoyongkan ke belakang, mengangkat pantatnya membuat mudah celana tersebut di dalamnya terlepas. Pak Hendro walau dalam dia telah bergelora nafsunya menginginkan selekasnya menyetubuhi remaja cantik yang mengundang selera ini, tapi dia cukup pengalaman untuk dapat menghimpit emosinya tidak menghadapi muka rakusnya.

“Sekarang yang paling akhir ini yayah pasangin kalungnya…” dia sembari membelitkan serta mengkaitkan satu kalung perut di pinggang Menik.

Selepas itu Pak Hendro menundukkan wajah ke perut Menik. Disangka juga akan mengecup sisi perut itu untuk menciptakan sinyal terima kasih, tapi ini lebih ke bawah sekali lagi. Yaitu saat ke-2 tangan Pak Hendro meraih dari bawah ke-2 pahanya, buka jepitan paha mengangkat mengangkat untuk mengangkang. Dia selekasnya tahu kalau Pak Hendro menuju ke liang senggamanya. Menik memang punya kebiasaan memberi kami dikerjai mulut Pak Hendro, cepat ditutupnya menanti Pak Hendro terus berlanjut, karna dia paham rasa apa yang juga akan didapatkannya kelak.

Waktu itu, demikian mulut Pak Hendro melekat serta segera menyedoti rakus sisi menganga itu, dalam dua tiga jurus saja Menik telah lemas tulang-tulangnya diresapi nikmat. ”Ahhnng…” mengerang dia oleh geli yang merasa tertarik untuk ke ubun-ubun, segera turun jadi sebaliknya menelentang punggung ke belakang karna terasnya tidak kuat dengan kuat sekali lagi menyokong. Lewat lagi sebagian jurus dia telah meliuk-liuk tubuh oleh jilatan lidah yang mengilik kelentitnya, menusuk-nusuk kaku membuat penasaran ingin selekasnya disetubuhi.

Pak Hendro berhenti untuk buka pakaiannya serta di samping itu ke-2 kaki Menik yang barusan disanggahnya penempatannya di tepi tempat tidur, tetaplah buat tempat Menik mengangkang lebar.

“Enak kan kalok yayah bikinin gini..? ” tanyanya menguji sembari melepas ikatan satu pertemuan.

“He-ehh… tappinya janganlah lama-lama Yahh.., tidak kuat Akku…” Menik terbata-bata menjawab jujur ​​​​kekurangannya bila liang kewanitaannya terkena disosor mulut lelaki.

Usai buat dianya sama bertelanjang bulat, Pak Hendro melanjutkan melanjutkan mengerjai liang senggama Menik dengan permainan mulutnya, buat si gadis benar-benar masak terbakar oleh rangsang nafsunya. Sembari demikian Pak Hendro sendiri dalam tempat duduk ayak mulai melepaskan pakaiannya tanpa ada diliat Menik serta mulai menyiapkan batang kejantanannya untuk dapat meluapkan kerinduannya serta keperluan yang berahi nafsu Menik.

Cukup lama Pak Hendro membakar nafsu Menik lewat hisapan mulut di liang senggamanya, buat Menik menunggu waktu untuk disetubuhi. Tapi sebelumnya, itu menarik, seolah-olah tertarik untuk diajak bangun. Pak Hendro mengangkat ke-2 lengan Menik di lehernya, Menik cepat mengetatatkan rangkulan mengikuti ajakan Pak Hendro yang selekasnya mengubahkannya untuk mengubahkannya dari tempat awal mulanya ke tempat di mana dia juga akan masuk ke sesi sanggama, karna dirasanya ada pergerakan Pak Hendro untuk bangkit berdiri .

Memang benar, tapi sebelumnya hingga ketempat yang disebut, Menik seperti telah juga akan memperoleh apa yang diingininya lebih cepat dari perkiraannya. Badannya merasa melayang-layang bersamaan dengan pergerakan Pak Hendro berdiri dengan mengangkatnya pada ke-2 pahanya, tapi gaya berat saat menghimpit sekali lagi ke bawah, “Hahhg…” mengejang dia karena dirasanya batang keperkasaan Pak Hendro menekan hingga terjepit di mulut lubangnya.

Serta meningkat memberat dia ke bawah menyodok batang itu masuk.

Tapi, “Hhoogh…” kesempatan ini menggerung tenggorokannya karena selanjutnya merasa ketat serta perih.

Tidak tahan berlanjut, dia juga mengetatkan sekali lagi rangkulannya seolah-akan menginginkan memanjati badan Pak Hendro naik ke atas sekali lagi.

Celakanya Pak Hendro seperti tidak tahu apa yang dihadapi Menik, tampak batang kejantanannya telah mulai terjepit masuk, dia menduga malah Menik yang telah mengajak lebih dahulu untuk segera masuk di sesi sanggama. Dalam tempat sesuai sama itu dia jadi berupaya untuk memasukkan batangnya lebih jauh lagi. Ke-2 kaki ditekuk merendah sedikit demi sedikit agar Menik terduduk di pahanya hingga ke-2 agak merenggang. Karna dalam tempat itu dia dapat melepaskan sanggahan dari pukulan untuk kemudian membubuhi ludah di batangnya yang belum juga masuk, baru dia melanjutkan untuk membenamkan batang keperkasaannya.

Saat ini batang ini telah masuk beberapa, Pak Hendro terpasang di punggung lagi serta berusaha berupaya lebih jauh dengan pandai memperhatikan perhatian Menik lewat pergerakan jalan seolah-akan mencari tempat sanggama yang lebih enak. Memanglah, semakin dibenamkan lebih dalam, merasa olehnya Menik mencengkeram sembari menikmati tapi Pak Hendro pura-pura tidak mendengar.

“Ssshhgh.. ssakkit Yaahh…” pada akhirnya tidak tahan juga nada Menik terdengar mengungkapkan perihnya.

Menik memanglah telah hapal dengan bentuk serta ukuran alat viltal bapak angkatnya yang sering dipermainkannya ini, tapi untuk dimasukkan ke dalam liang senggamanya baru kali berikut merasakannya.

“Iya, iya, memanglah agak perih kalok dibawa jalan-jalan begini. Sebentar sekali lagi, Yayah ingin mencari tempat yang enak buat kita. cepat-cepat Pak Hendro menghibur tapi lega dia karena dirasanya semua panjang batang kejantanannya telah terendam habis.
“Mau di mana Yah..? ” bertanya Menik heran sembari menarik kepalanya.
Saat ini dapat tampak raut wajah yang telah pucat pasi karena menahan sakit.

“Kita mencari tempat yang lebih enak maennya.

Dengan memondong Menik, sewaktu-waktu batang kejantannya tetaplah terendam di liang senggamanya Menik, Pak Hendro menuju ke ruangan tengah. Di situ dimuka TV terpasang satu permadani memiliki ukuran 2×3 mtr., disitulah rupanya Menik dibawa. tempat-tempat Menik menelentang dengan tetaplah melindungi video tidak lepas, demikian usai Pak Hendro mulai mengajak Menik masuk pada sesi sanggama untuk menikmatinya pertemuan ke-2 video ini. Sanggama ala Pak Hendro yang unik, karena tidak sengaja tidak tepat tapi juga langkahnya merasa asing untuk Menik. Lain masuk dengan sisa pacarnya yang dalam sanggama mereka goyang pantat dibawa bekerja aktif penis ke luar vaginanya, tapi dengan Pak Hendro malah tidak bergaya tradisionil sesuai sama itu.

Bermain tetap dalam kondisi sama-sama melekat bertemu dengan batang tetaplah terendam dalam, tidak ada pergerakan menggesek keluar masuk, Menik dibawa berguling-guling di seluas permadani itu seperti seseorang anak kecil tengah di ajak bergelut canda oleh ayah. Namun lebih pas dimaksud seperti penari balet yang tengah beradegan lantai dalam gaya erotis. Sebab sewaktu-waktu bergulingan, kadang-kadang Menik di atas juga di bawah, Pak Hendro menemani dengan kerja mulut dan tangan yg tidak terputus saat berjalan kaki mulai dari atas kepala sampai ke ujung kaki.

Narasi Ngentot – Di situ kadang dikecup mesra, dijilati atau digigiti gemas, juga kadang diusap, dipijat, diremas di bagian manapun dari badan Menik bisa diraih mulut atau tangan. Menik tidak diperlakukan seperti boneka permainannya. Boneka cantik berhias yang membuat bergemerincing nada bandulnya membuat hati senang serta asyik menekuninya. Tapi asik tidak hanya membuat Pak Hendro, Menik yang awal mulanya masih tetap terasa perih, serta masih tetap pasif mulai memperoleh rasa asik yang sama, jadi lebih sekali lagi. Style baru yang diterimanya saat ini merasa demikian memanfaatkan perih yang terkena. Serta ujung batang yang semula merasa begitu ketat dan menyodok demikian jauh di dalam perutnya saat ini bahkan dirasa enak untuk mengorek-ngorek keharusan berahinya sehingga cepat terluapkan,

“Hsshngg addduuuh Yyahh… sshngh dduhh.. hmm aaahhghrh..! demikian dalam mengakibatkan beberapa hingga tidak terputuskan sekali lagi, masih tetap ditengah asiknya digeluti Pak Hendro, Menik telah membuka orgasmenya 1x sebelumnya selanjutnya menyusul sekali lagi dengan berbarengan dengan Pak Hendro.

Ini luar biasa, sebab umumnya dia terasa seperti dipaksakan keluarnya oleh akibat-gesekan penis dengan pacar mainnya, yang ini lebih melegakan mengalirnya lewat geliat-geliat erotis yang dilipat-lipat oleh Pak Hendro.

“Aaahnng.. ssshh-dduuh Yahh… Ak-kku klu-ar laggi sshh… hngmmm shg…” disitu baru usai yang satu telah menyusul lagi rangsangan gairah untuk menikmati yang selanjutnya.
Memanglah akhir permainan keduanya sama meletihkan, tapi bila saja Pak Hendro tetap dapat bertahan lebih lama lagi karena perasaan Menik juga akan menyambungkan orgasme yang dapat diraihnya. Benar-benar satu permainan yang unik mengesankan, karna dengan hanya menanam batang dalam-dalam saja telah membuat Menik terpuaskan dengan mengagumkan. Jadi permainan terasanya mimpi indah yang dihadapi Menik dalam hubungan pertama segera membuat Menik ketagihan pada Pak Hendro.

“Gimana, senang tidak maen gini sama Yayah..? ” bertanya Pak Hendro menguji apa yang baru dihadapi Menik.

“Itu sich senang sekali lagi, tapi mabok namanya.. Bagaimana tidak, sekali tancep tapi Saya sampai 3x ngeluarinnya… Yayah pinter saja ngerjain Aku…” jawab Menik mengaku apa yang didapatnya pujian memujinya pada kehebatan Pak Hendro, “Tapinya lemes banget Saya Pak. ” lanjutnya sambil membayangkankan kepalanya manja-manja sayang di dada Pak Hendro.

Baca Juga : Cerita Sex Ngentot Dengan Gadis Perawan

Mulai sejak itu Menik memanglah tidak sempat sungkan-sungkan memohon bila tengah menginginkan digauli bapak angkatnya. Misalnya, larut malam itu Pak Hendro terbangun agak kaget karna dia merasakan naik masalah di sampingnya. Selekasnya dia mengetahui kalau Menik yang baru saja naik masalah meunggungi di sampingnya. Pak Hendro tersenyum tahu kalau Menik yang telah satu minggu tidak digauli karna haid, saat ini tampaknya telah usai serta pasti telah kepingin sekali lagi disetubuhinya. Tanpa ada pertanyaan, dia juga meningkatkan selimutnya untuk Menik serta membalikkan merapati memeluk gadis dari belakang

Benar juga, saat di samping menyamping disusupi untuk membuka gaun tidurnya untuk meremasi susunya, merasa olehnya kalau Menik semakin menempelkan pantatnya yg tidak kenakan celana dalam itu ke jendulan batang tubuhnya. Pak Hendro menggoda, dia mengubahkan mengubahkan merabai jendulan seks Menik dari arah belakang pantatnya. Sebentar diusap-usapnya liang senggama yang terjepit itu, Menik pura-pura diam saja. Demikian pula saat Pak Hendro mulai mencolokkan satu jarinya ke dalam jepitan itu, masih belumlah ada reaksi Menik. Tapi saat jari itu mulai digesek sembari mengorek-ngorek terdapat banyak lama merasa Menik mulai tidak tahan serta mulai menggelinjang sembari merintih.

“Sssh telah Yaah ja-ngann pakai ta-ngann…, tidak en-nakk…”
“Pake apa dong nikmatnya..? bisik Pak Hendro menggoda.
“Macupinn ****** Yayahh ajaa…” jawab Menik dengan logat manja kekanak-kanakan.

Pak Hendro selekasnya berhenti serta Menik memanglah perlu memohon 2 x karna terang bapak angkatnya sudah mengetahui keinginannya. Dapat dibuktikan oleh Pak Hendro telah memasangkan guling di selangkangan yang segera dipeluk ke-2 ke tempat-tempat vaginanya lebih menungging, ini dimaksudkan agar lebih mudah dimasuki pada tempat itu.
Serta merasakannya kemudian dirasakan Pak Hendro yang telah melorotkan celananya saat mulai menempelkan batangnya dimuka liang kewanitaannya Menik. Barusan bertemu ke-2 kita melakukannya, Menik telah segera menjulurkan tangan untuk sendiri menggosokikan kepala kejantanan Pak Hendro di mulut lubang senggamanya. Dari langkahnya yg tidak sabaran, Pak Hendro semakin percaya kalau Menik benar-benar tengah kepingin sekali. Dia terlebih dahulu menanti hingga batangnya mengencang baru lalu berharap sekali lagi untuk membiarkan batangnya itu.

Dibasahi terlebih dahulu dengan ludahnya di sekitar kepala batangnya, kemudian disesapkan terjepit di mulut lubang kewanitaan Menik. Demikian merasa mulai masuk, selekasnya disambung dengan disogok bebrapa perlahan-lahan sambil menghimpit makin lama makin dalam. Hingga di batas yang dapat diraih, baru dia tunda serta kembali merapat mendekap Menik. Menyelinapkan sekali lagi dengan meremasi ke-2 susu disertai disertai mengecupi leher si gadis yang segera berbalik melihat dengan mimik muka tampak suka.

“Ahss… enak Yahh..! ” komentar pertama Menik.
“Udah kepengen sekali ya Nduk..? ” tanya Pak Hendro tersenyum manis.
“He-ehh telah ampir satu minggu tidak gini sama Yayah, Nik tidak dapat tidur Yah..!
“Seneng ya memeknya dimasukin punya yayah seperti gini..?

“Ceneng Yah…, enyak diogok-ogok ontol ‘ede Yayah.. ” gudang kembali dengan logat manja kekanak-kanakannya.
“Ya telah, saat ini bobo deh sembari Yayah ogok-ogok agar lebih pules bobonya…”

batang maju juga pinggul lagi kepalanya membelakangi Pak Hendro, seolah-akan mengikuti saran bapak angkatnya yang akan membuat tidur menjadi enak untuk kejantanan di liang serangnya, tapi saat merasa itu mulai dimainkan mulai sekarang, dia nyatanya terikut memainkannya memainkannya secara perlahan. perlahan-lahan pergerakan Pak Hendro. Irama permainan ini tidak bertambah hangat seperti umumnya, karena setiap orang seperti menyukai bermain berlambat-lambat dengan membatasi beberapa gerakan mereka, tapi nikmat yang di rasa tidak nikmat pada umumnya.

Jadi permainan kalem ini merasa lebih mengasyikkan dengan mengkonsentrasikan pada gelut yang semakin banyak ditekan serta diputar dalam-dalam dibarengi penyebaran gemas-gemas nafsu pada remasan-remas yang mencengkeram ketat. Demikian juga seperti ingin menghindar darinya kendali, Menik untuk menutupi wajah dengan bantal serta menggigitnya erat-erat. Pak Hendro memainkan selalu batang keperkasaannya membuatnya dapat menyusul Menik tepat pada waktunya. Karna saat merasa Menik mulai berorgasme, Pak Hendro juga tiba-tiba berbarengan di waktu ejakulasinya.

Permainan usai serta bersambung acara tidur untuk Menik, tapi Pak Hendro tetap menginginkan merapihkan diri terlebih dahulu. Dibantu Menik sendiri yang mengangkangkan ke-2 kaki lebar-lebar, Pak Hendro selekasnya mengusap bersih beberapa sisa cairan di lubang lubang Menik. Ini memanglah satu rutinitas si manja yang bila usai sanggama serta tertumpah oleh cairan mani dia malas untuk membersihkan, hingga mesti Pak Hendro yang membantunya. Demikian saat di rasa telah bersih, baru Pak Hendro menyusul tidur memeluki Menik.

Indojaya168