Cerita Dewasa Rintihan Manis Gadis Desa

Posted on
Agen878

Cerita Dewasa Rintihan Manis Gadis Desa – Di pemerintahan kota S, aku memiliki sebuah usaha wiraswasta yang ku bangun dengan kerja kerasku sendiri. Kisah ini bukan berasal dari sebuah pengalaman yang aku alami sendiri, melainkan aku bersama dengan rekan kerjaku, panggil saja namanya Ta. Berikut adalah pembangunan Wulan dengan kepala yang pusing. Namun entah mengapa kedua tangannya tidak dapat digerakkan. Seluruh tubuhnya terasa hangat. Sambil mengerjapkan matanya, gadis itu memandang sekelilingnya.

Ternyata ia berada dalam sebuah kamar yang belum pernah dilihatnya, berbaring di atas ranjang empuk dan besar yang berwarna merah jambu.Dari jendela yang tertutup akan hari sudah gelap. Dalam kamar itu sendiri hanya ada sebuah lampu kecil yang menyala remang-remang. Wulan hanya ingat Sabtu sore setelah bertanding bola voli melawan sekolah dari kecamatan tetangga, ia harus berlari-lari dalam hujan menuju rumah neneknya untuk menginap malam ini, karena rumahnya terlalu jauh dari lapangan voli.Seperti umumnya gadis desa lainnya, meskipun tidak terlalu tinggi , namun Wulan memiliki tubuh yang montok dan padat. Buah-buahan yang membusungkan seolah-olah tidak ada bra bekas kakaknya yang kekecilan.

Agen878

Ditunjang dengan kulitnya yang kuning langsat mulus dan rambut sebahu, wajahnya yang manis sering membuat pemuda berkeringat dan ludah saat gadis itu lewat dengan goyangan pinggulnya.Pantatnya yang montok selalu menonjol di balik seragam sekolahnya, yang biarpun di bawah lutut, ketatnya garis-garis celana dalam gadis itu.Cerita Sex PerawanBukan hanya para pemuda, beberapa orang yang telah beristri pun berangan-angan menjadikan gadis kelas 1 SMU itu istri mudanya. Menurut katuranggan, gadis macam Wulan rasanya peret dan legit, pasti akan memberikan kenikmatan sepanjang malam, membuat pasangan di rumah.Tidak heran, setiap kali ada pertandingan voli, selalu banyak penontonnya, meski kebanyakan hanya menonton paha Wulan yang bercelana pendek dan guncangan buah hati saat gadis itu memukau bola.“Ah, sudah bangun Nduk..?”

sebuah suara dan lampu yang menyala terang mengagetkan gadis itu. Tampak seorang pria kekar memasuki ruangan. Wulan mengenalinya sebagai Ta,seorang terpandang di desanya. Meski bukan penduduk desa itu, namun suka kawin-cerai dengan gadis-gadis di sini. Dalam sebulan hanya di rumah satu-dua hari saja, selebihnya “kerja di kota”.Sekarang istri di sini sudah ada tiga orang, semuanya masih belasan tahun dan cantik-cantik, namun masih suka menggoda Wulan setiap kali bertemu. Bahkan baru saja ia pernah berusaha melamar gadis itu namun tidak berhasil.Wulan berusaha membangun, namun tangan dan kakinya tetap lemas tidak dapat bergerak.“

Tenang saja Nduk, nggak usah banyak gerak. Malam ini kamu di sini dulu.” kata Ta. Tidak sengaja Wulan ke dinding, dan dari cermin besar yang terpasang di sana, ia menyadari kedua kali mengatur untuk membuat satu di atas kepalanya, demikian juga kedua sudut sudut-sudut, seperti terbalik.sudutSeluruh tubuhnya menutup penutup, namun sebagian selimut yang tersingkap menutupi sebagian paha gadis itu. Di sudut ranjang tampak terserak baju seragam dan rok yang tadi dipakainya.“Pak Ta, Wulan dimana? Kenapa Wulan begini?” tanya gadis itu dengan panik.Ia mulai menjalankan saat berlari ke rumah neneknya tadi menariknya dari belakang dan menempelkan sesuatu yang berbau ke wajahnya, kemudian semuanya menjadi gelap, hingga akhirnya ia tersadar di situ. “Tenang Wulan, kamu baik-baik saja. Malam ini kita akan kawin. Minggu lalu saya melamarmu pada bapakmu. Sekarang kita akan menikmati malam pertama kita.” kata ta sambil sambil. “Tidak! tidak! Kemarin Bapak bilang ditolak! Wulan nggak mau!”

gadis itu berusaha untukku, namun tangan dan kakinya terlalu kuat untuk membuatnya.Sambil tertawa terbahak-bahak, perlahan-lahan menarik menutupi tubuh gadis itu, Wulan terpekik karena penutupnya perlahan terbuka, sedangkan sebaliknya tertutup itu ia tertutup. ! Jangan! photomemek.com Aduh jangan! Pak Ta, jangan Pak! Untuk panjang..!” Dengan sigap Ta mengambil pakaian dalam Wulan yang terserak di atas ranjang, lalu menyumpal mulut gadis itu dengan celana di dalamnya sendiri, dan mengikatnya ke belakang dengan bra gadis itu.“Pak? Kamu panggil aku Pak? Aku ini suamimu, tahu! Panggil aku Kangmas!” seru Ta sambil pipi Wulan sampai gadis itu memekik.Ta makin beringas melihat tubuh Wulan yang telanjang bulat. Kedua gadis manis itu terentang lebar mempertontonkan bibir mereka yang jarang menunjukkan paha. “Diam Sayang! Ini malam kita bedah kelambu! Kalau bapakmu yang tolol itu tidak mau anaknya dilamar baik-baik, kita lihat saja besok! Karena besok anak perawannya sudah tidak perawan lagi!

Tanpa basa basi Ta segera membuka pakaiannya sendiri, lalu melacak ke atas ranjang.Wulan dengan sia-sia meronta dan berteriak saat Ta menindih tubuhnya yang telanjang tanpa sehelai benang pun.

Gadis itu bahkan tidak bisa untuk merapatkan pahanya yang terkangkang lebar.Pekikan Wulan terputus sumpalan celana dalam saat Ta meremas buah dada gadis itu dengan kerasnya. Rontaan dan pekikan gadis cantik itu sama sekali tidak digubris. Ta kemudian menempatkan kejantanannya tepat di depan bibir video Wulan.“Diam Sayang! Jangan takut, enak sekali kok! nanti pasti kamu ketagihan. Sekarang biar Kangmas ambil perawanmu…” sambil berkata begitu Ta menghujamkan kejantanannya memasuki hangatnya keperawanan Wulan.Selaput dara gadis itu terasa sedikit menahan, namun bukan tandingan bagi keperkasaan kejantanan Ta yang terus masuk.“Haanggkk..! Aahhkk..!”

Tempat-Bacol

Napas gadis itu terputus-putus dan matanya yang bulat indah terbeliak lebar saat Wulan merasakan perih tiba-tiba selangkangannya.Tubuh montok gadis itu tergeliat-geliat terhubung dengan napas tersengal-sengal sambil terpetik terhenti-tahan ketika Ta dengan perkasa menggenjotkan kejantanannya menikmati hangatnya suasana perawan Wulan yang terasa begitu peret.“Aahh… enak sekali tempikmu… aahh… Wulaaanh… enak kan Nduk..? Terus ya Nduk..?” Ta mendesah nikmatnya mengambil kegadisan si kembang desa.Wulan sambil merintih tidak jelas merasakan kepala dan meronta berusaha menolak, namun semua berusaha sia-sia, dan gadis itu kembali terpetik dan tersentak karena Ta kini dengan kuat meremasi kedua payudaranya yang menantang.

Memang benar kata orang, seperti Wulan memang memuaskan, wajahnya yang cantik, buah yang sangat tinggi menantang bergerak naik turun seirama napasnya yang tersengal-sengal, tubuhnya yang montok berkeringat, kedua pahanya yang mulus seperti terkangkang-kangkang, bibir hasilnya tampak mega-megap dijejali kejantanan Ta yang begitu besar.Sementara dinding musiknya terasa seperti mencucup-cucup tiap kali gadis itu terpetik terputus. Wulan dengan airmata berlinang merintih memohon ampun, namun tusukan demi tusukan menghajar selangkangannya yang semakin perih.

Payudaranya yang biasanya tersenggol pun terasa sakit diremas-remas tanpa ampun.Belum lagi rasa malu dan ditelanjangi dapat ditelanjangi orang yang tidak dikenalnya, lalu diperkosa berkutik. Rasanya bagai tahun bertahun-tahun Wulan disetubuhi tanpa mampu melawannya.“Hhh..! Wulanh..! Wulan..! Sekarang Mas bikin kamu hamil, sayangghh..! Aah… ambil Nduk! Nih! Nih! Niih..!” Tanpa dapat ditahan lagi Ta menyemburkan spermanya dalam hangatnya video Wulan sambil memiliki tenaga meremas kedua payudara gadis itu, membuat Wulan tergeliat-geliat dan terpetik-pekik terputus sumpalan celana dalam di mulut. Kepala gadis itu merasakan menyadari menyadari ia akan hamil. Perlahan pandangan gadis itu menjadi gelap.Wulan kembali tersadar oleh napas terengah-engah di depan wajah.Sebelum sadar sepenuhnya, sengatan perih di selangkangannya membuat gadis itu terpekik dan meronta. Namun tangan dan kakinya tidak mau bergerak, dan pekikan-pekikannya tidak bisa keluar.

Dengan gemas Ta kembali menggenjotkan kejantanannya menikmati keperawanan Wulan. Tidak tahan lagi untuk tidak kembali menggagahi gadis itu, memandanginya tergolek telanjang Bugil tanpa daya di atas ranjang.Pahanya yang putih terkangkang seolah mengundang, bibir mulusnya yang berambut jarang terlihat berbercak merah, tanda Wulan memang betul-betul perawan, tadinya.Kedua payudara gadis itu berdiri tegak menjulang, dengan puting susu yang menggemaskan. Sementara di wajah yang manis dan bau tubuhnya yang harum alami sungguh membuat lupa diri. Dengan istri muda seperti Wulan, ia tidak akan mau tidur atau pun, tidak peduli gadis itu suka tidak.“A..! Ah! Angkung (ampun)..! Aguh (aduh) .. hakik (sakit) .. angkung ( ampun ) ..! ” Wulan merintih-rintih tidak jelas dengan mulut tersumpal celana dalam di sela-sela jeritan terputus. Tanpa mampu merapatkan pahanya yangngkang, gadis itu merasakannya semakin setiap kali Ta menggerakkan kejantanannya.Tiap detik, setiap genjotan terasa begitu menyakitkan, Wulan berharap kembali saja agar perkosaan ini segera berlalu.

Namun gadis itu tanpa daya merasakan bagian tubuhnya di bawah terus ditusuk-tusuk benda yang begitu besar.Ta semakin giat menggenjotkan kejantanannya dalam suasana hangatnya video Wulan yang peret dan mencucup-cucup menggiurkan.Istribarunya ini memang pintar memuaskan suami di atas ranjang. Apalagi kalau nanti diajak tidur beramai-ramai bersama satu atau dua istrinya yang lain. Membayangkan meniduri dua atau menampilkan gadis sekaligus membuat Ta bersemangat meningkatkan semangat para gadis Wulan, semakin dalam.Ta merasakan kejantanannya pada video dasar video itu bila disodokkan dalam-dalam. Wulan sendiri hanya merintih tampak pasrah dan kesuciannya pada Ta. Airmata gadis itu tampak berlinang pipinya yang memerah.

Tubuh montok gadis itu tergelinjang-gelinjang di tiap kali kejantanan Ta menyodok masuk dalam video yang begitu sempit.Dengan menggeram seperti macan menerkam mangsa, Ta dengan nikmat menyemburkan sperma dalam kehangatan tubuh Wulan yang terpetik tertahan-tahan.Semalam suntuk Ta dengan gagahnya memperkosa Wulan, setidaknya lima kali gadis itu disetubuhi tanpa daya.Entah berapa kali Wulan pingsan ketika mencapai puncak, hanya untuk tersadar ketika tubuhnya dinikmati kembali dengan buasnya. Selangkangan gadis itu terasa perih dan panas, seperti ditusuk-tusuk besi yang merah membara. Payudaranya serasa terasa diremas habis-habisan, terkena semilir angin pun perih.

Punggung gadis itu perih kuku Ta.Namun siksaan tanpa belas kasihan itu tidak kunjung usai, bagai tidak mengenal lelah kejantanan Ta terus bertubi-tubi menusuk dalam-dalam, kedua tangan seperti capit kepiting terus mencengkeram buah dada Wulan. Sementara gadis itu dengan tangan dan kaki menatap erat tidak mampu berkutik, filmbopkepjepang.com apalagi menghindar atau mencegah. Bahkan berteriak pun Wulan tidak mampu, tenaganya sudah habis dan sumpalan celana di dalamnya sendiri membuat pekikannya hanya seperti erangan. Bagai berabad-abad Wulan dibuat bulan-bulanan tanpa daya.Dari sela-sela jendela yang tertutup, sinar matahari pagi membuka masuk. Dengan lemasnya masalah di sisi Wulan yang terisak-isak. Sungguh luar biasa istri barunya ini, semalam suntuk gadis ini mampu melayani suaminya.

Dari jam tujuh malam sampai jam enam pagi, dalam sebelas jam gadis itu mampu lima-enam kali memuaskan suaminya, meskipun harus sedikit dipaksa. Kalau saja kemarin tidak minum obat kuat, mungkin saja pagi ini Ta tidak dapat bangun. Sambil tersenyum lebar, Ta bangkit dan mengenakan pakaian.Perlahan Ta membuka sumpalan mulut Wulan. Gadis itu sendiri masih telanjang dengan tangan dan kaki terikat lebar. “Nduk, kalau jadi istriku, kamu minta apa saja pasti aku beri. Mau kalung? gelang? rumah? Sepeda motor? Jangan takut, sebagai istri orang kaya, semua keinginanmu akan terkabul.”“Tidak mau… lepasin Wulan… Wulan mau pulang..!” isak gadis itu menghiba.“Rumah kita sekarang di sini Nduk, kamu sudah jadi istriku.” bujuk Ta. “Enggak… enggak mau. Wulan mau pulang!”

Baca Juga : Cerita Dewasa Gadis Kampus Menantangku ML

gadis itu berusaha meronta tanpa hasil.“Jangan buat suamimu ini marah, Nduk! Kamu sudah jadi istriku, aku bebas berbuat apa saja dengan kamu! Jangan keras kepala!” seru Ta jengkel.ulan sambil terisak terusWulan kepala. Berulangkali bujukan dan ancaman Ta tidak dihiraukan Wulan, membuat Ta naik pitam. “Baik, jadi kamu tidak ingin jadi istriku. Baik, kamu sendiri yang minta, Nduk! Jangan salahkan aku kalau aku bertindak tegas!” kata Ta sambil membuka kaki Wulan.Ta kemudian membuka tangan gadis itu samping, namun kedua tetap memegang erat. Lalu dengan menarik ujung tali yang mengikat tangan Wulan, keluar gadis yang masih telanjang itu kamar. Karena masih lemas, Wulan tidak menolak dirinya yang masih bugil sampai ke jalan desa yang terangng.“Hei, lihat! Lihat ini! Sungguh luar biasa!”

seru Ta sambil melihat gadis yang mati-matian berusaha untuk ketelanjangannya. “Ada apa Pak Ta? Apa yang terjadi?” tanya orang-orang desa yang segera saja mengerumuni keduanya.“Lihat ini! Perempuan ini sudah membuat desa kita tercemar! Dia berzinah dengan laki-laki! Saya pergoki mereka di rumah kosong di tepi desa! Sayang laki-lakinya kabur, tapi saya tahu orangnya! Pasti nanti kita tangkap!” seru Ta berapi-api.“Tidak! Tidak.. tolong..!” sia-sia Wulan berusaha membantah, suaranya tertelan ramainya suasana.“Lihat! Ini bukti perempuan ini sudah berzinah!” Ta menunjuk ke arah selangkangan gadis itu yang berbercak darah.Kerumunan orang hasil dan mengangguk-anggukkan kepala.

“Tidak! Saya tidak ber…” kutipan Wulan terputus oleh teriakan salah seorang.“Bawa ke balai desa! Biar dihukum adat di sana!” serunya. Seseorang lain yang menarik tali yang mengikat tangan Wulan dan para gadis telanjang itu menuju ke balai desa. Sepanjang jalan mereka berteriak-teriak, membuat semakin banyak orang keluar rumah melihatWulan yang Bugil diseret.

Anak-anak berlari kecil-lari mengikuti sambil tertawa-tawa tanpa.Di balai desa, tepat di tengah pendopo, tali pengikat tangan Wulan ditarik ke atas dankan dengan tiang di atasnya. Kini gadis telanjang bulat itu berdiri tegak dengan tangan menghadap ke atas. Wulan tahu bahwa hukuman bagi orang yang berzinah biasanya keduanya ditelanjangi, kemudian menikmati di balai desa. Seperti dirinya sekarang, namun ia hanya sendiri dan ia sama sekali tidak berzinah.Gadis itu diperkosa berkali-kali, lalu difitnah berzinah oleh pemerkosanya sendiri.

Namun siasia gadis itu berusaha membantah, suaranya yang kecil hilang ditelan ramainya orang di sekitarnya. Dan kini ia berdiri tegak berdiri sendiri dikelilingi warga belasan.Isakan tangis Wulan semakin keras mendengar orang-orang yang mengelilinginya, berkomentar mencemooh tentang kemulusan tubuhnya, buah yang berlari kemerah-merahan bekas diremas, pantatnya yang bulat, pahanya yang.Isakan gadis itu terhenti ketika sebuah truk berhenti di depan balai desa.

Indojaya168